Selasa, 6 Desember 2016
   HOME   PRODUK PERUNDANGAN   PROFIL      KONTAK KAMI    BUKU TAMU    GALERI   LINK TERKAIT    SITEMAP   






Pengembangan Pola Pikir PNS

POLA PIKIR PEGAWAI NEGERI SIPIL

PENGEMBANGAN POLA PIKIR PNS

Oleh : Risdiyati

 

ABSTRAKSI

 

      Peranan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menunjang kesuksesan kinerja organisasi sangatlah dominan untuk itu perlu dilaksanakan peningkatan kualitas SDM secara terus menerus. PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebagai unsur utama sumber daya manusia aparatur Negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sosok PNS yang mampu memainkan peranan tersebut perlu didukung oleh kompetensi yang memadai. Kompetensi adalah kemampuan, ketrampilan dan sikap perilaku yang harus dimiliki oleh seseorang agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kompetensi secara terus menerus dan berkesinambungan. Materi pola pikir biasanya diberikan melalui Diklat Prajabatan PNS bagi pegawai eks tenaga honorer, namun melihat betapa pentingnya dampak perubahan pola pikir ini terhadap PNS, maka  diharapkan seluruh PNS dapat dibekali materi ini dan mampu mengubah pola pikirnya dirinya secara bertahap agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.          

 

I.       PENDAHULUAN

Setiap manusia dikarunia Tuhan bermacam-macam pola pikir yang dapat dirubah dan dikembangkan. Para ahli dalam bidang psikologi berpendapat bahwabanyak orang yang belum sepenuhnya merubah, mengembangkan dan menggunakan pola pikir yang ada pada dirinyaMengapa demikian ? hal ini disebabkan karena mereka belum mengenal pola pikir seutuhnya dan adanya hambatan-hambatan dalam pengembangan pola pikir. Bagaimana mengenal pola pikir, apa hambatan-hambatan dalam merubah menjadi pola pikir PNS, sangat perlu dimiliki oleh seorang PNS yang akan mengembangkan pola pikirnya, dalam rangka menunjang tugas yang diembannya.  

 

II.                KONSEP DASAR POLA PIKIR

A.  PENGERTIAN DAN TERBENTUKNYA POLA PIKIR

Berpikir adalah proses mental. Misalnya kita berpikir saat mendapat tugas membuat surat dan sekaligus mengantar surat, saat itu anda berpikir mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, membuat surat atau mengantar surat ? Berpikir adalah kegiatan mental yang melibatkan kinerja otak (Alex Sobur, 2003). Didalam berpikir setiap individu menggunakan pola-pola pikir tertentu. Pertanyaannya adalah apakah pola pikir itu ?

Pola Pikir adalah pola-pola dominan yang menjadi acuan utama seseorang untuk bertindak (Workshop Pengembangan Jati Diri, 2003). Selanjutnya dikatakan bahwa pola pikir adalah pola yang menetap dalam pikiran bawah sadar seseorang. Selanjutnya Mel Sandy mengatakan bahwa pikiran bawah sadar adalah gudang.

Keyakinan merupakan bagian dari pola pikir seseorang. Pola pikir seseorang dapat memicu pelaksanaan pekerjaan  sekaligus juga menghambat pelaksanaan pekerjaan. 

 

 

B.  PENGERTIAN DAN TERBENTUKNYA KONSEP DIRI PNS

      Self (diri) adalah segala sesuatu yang dapat dikatakan tentang dirinya sendiri (meliputi segalanya baik phisik maupun psikisnya).

Konsep Diri adalah semua persepsi kita terhadap aspek diri yang meliputi aspek fisik, aspek sosial dan aspek psikologis, yang didasarkan pada pengalaman dan interaksi kita dengan orang lain.

Lalu siapakah saya ?

Apakah saya … ?

Kedua pertanyaan itu mengandung konsep diri saya sendiri yang terdiri atas :

a.   Diri Ideal (Self Ideal), merupakan gambaran dari sosok yang sangat anda inginkan jika anda menjadi seperti orang itu.

b.   Citra diri (Self Image) sering disebut “cermin diri” adalah cara anda melihat diri anda sendiri dan berpikir mengenai anda pada waktu sekarang.

c.   Harga diri (self esteem) adalah seberapa suka anda terhadap diri anda sendiri.                                                                                                 

Perpaduan antara diri ideal, citra diri dan harga diri inilah yang akan membentuk konsep diri seseorang. Adapun konsep diri PNS, antara lain :

  1. Bekerja sebagai ibadah
  2. Menghindari sikap tidak terpuji
  3. Bekerja secara profesional
  4. Berusaha meningkatkan kompetensi dirinya secara terus menerus
  5. Pelayan dan pengayom masyarakat
  6. Bekerja berdasarkan peraturan yang berlaku
  7. Tidak rentan terhadap perubahan dan terbuka serta bersikap realistis
  8. Mampu bekerja dalam tim
  9. Bekerja secara profesional
  10. Bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

III.        MERANCANG PERUBAHAN POLA PIKIR

A.  MENGAPA PERLU PERUBAHAN POLA PIKIR

Untuk mendukung agar mampu melaksanakan TUPOKSI di Unit Organisasinya diperlukan perubahan pola pikir dirinya. Disamping itu adanya image negatif tentang PNS yang telah tertanam dalam diri CPNS seperti : PNS cenderung korupsi, indisipliner, PBPS (Pintar Bodoh Pendapatan Sama). Image yang demikian akan membentuk pola pikir CPNS yang negatif. Ini berarti akan berpengaruh terhadap konsep diri PNS. Oleh karena itu sangat diperlukan perubahan pola pikir bagi CPNS agar mampu mengemban peran PNS yang bebas KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Dengan adanya perubahan pola pikir diharapkan PNS mampu mengembangkan pola pikir yang positif dan meminimalisasi pola pikir dirinya yang negatif. Pola pikir positif akan membentuk perilaku positif demikian pula pola pikir negatif akan membentuk perilaku negatif. Perilaku yang positif akan berdampak positif terhadap kesuksesan tugas dan peranan dirinya / PNS yang bersangkutan dalam mengabdi sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

 

 

B.  HAMBATAN-HAMBATAN PERUBAHAN POLA PIKIR

  • Faktor Internal :

-     Blok Persepsi :

      Adanya kecenderungan kita memberikan arti kepada suatu peristiwa, kurang teliti akan informasi karena asumsi yang tidak akurat, terjebak dalam suatu masalah, sulit melihat secara lebih sederhana dan obyektif.

 

-          Blok Ego

Selalu menyalahkan orang lain (melihat diri sendiri paling sempurna), tidak dapat melihat kelemahan sendiri, membangun kepercayaan diri dengan merendahkan orang lain.

 

-          Blok Intelektual

Berpikir hanya mengandalkan logika, berpegang pada pendapatnya sendiri, dalam pengambilan keputusan hanya didasarkan pada logika.

 

-          Blok Emosi

Emosi selalu bergerak sesuai dengan stimulusnya. Yang menghambat perubahan pola pikir diantaranya : takut membuat kesalahan, tidak bisa membedakan antara realita dan fantasi, tidak dapat hidup sekarang, bersedih, kuatir yang berlebihan.

 

  • Faktor Eksternal :

-          Faktor Lingkungan

-          Faktor teman sejawat kurang mendukung

-          Faktor anak buah

-          Iklim Kerja kurang mendukung

 

C.  BENTUK PERUBAHAN POLA PIKIR SEBAGAI PNS

      Ke arah mana perubahan pola pikir :

  1. Bekerja karena Ibadah
  2. Berpikir linier ke berpikir sistem
  3. Berpikir bagian ke berpikir menyeluruh
  4. Berpikir pasif ke berpikir kreatif
  5. Berpikir herarkhis ke berpikir jaringan
  6. Berpikir struktur ke berpikir proses
  7. Berpikir obyek ke berpikir hubungan.

 

D.  PENGEMBANGAN POLA PIKIR

1.   Menentukan tujuan pengembangan diri secara jelas.

2.   Mengenali potensi pola pikir dirinya, baik pola pikir yang membantu maupun pola pikir yang menghambat dalam pengembangan dirinya.

3.   Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menghambat pengembangan diri.                                                                               

4.   Mencoba men”Shortcut” atau men”delete” rekaman bawah sadar yang menghambat munculnya pola pikir yang positif dengan menerapkan tehnik NLP.

5.   Berani mengambil resiko.

6.   Mencari feedback secara terus menerus.                                               

7.   Berani mencoba.

8.   Belajar dari pengalaman.

9.   Melaksanakan evaluasi dan perbaikan secara terus menerus.

 

Teknik lain adalah dengan membuat Analisis GAPS seperti berikut :

1.   Langkah 1    :  Goals / tujuan-tujuan  ; Anda diharuskan menggambarkan tujuan secara spesifik, bisa diukur, bisa dicapai menandung tantangan, menimbulkan komitmen diri untuk mencapainya.

2.   Langkah 2    :  Ability / kemampuan ; anda tentu mempunyai sejumlah kelebihan atau kekuatan ketika bekerja. Kemampuan dan ketrampilan ini merupakan modal untuk memperoleh promosi bagi karier anda.

3.   Langkah 3    :  Perception / persepsi ; komponen ini berhubungan dengan bagaimana kemampuan dan ketrampilan yang anda miliki berpengaruh bagi orang lain.

4.   Langkah 4    :  Standards / satandar penilaian ; berhubungan dengan standar yang ditetapkan atasan atau lembaga tentang tujuan karier anda.

Goals : Apa yang karyawan inginkan

Ability :   Apa yang dapat dilakukan dan dimiliki oleh karyawan

Langkah 1 :

Sasaran Karier

-   Menjadi dan dipromosikan sebagai kasubbag TU

Langkah 2 :

Kelebihan yang dimiliki karyawan untuk sasaran kariernya ?

1.      Memahami sisi operasional administrasi dan rumah tangga kantor

2.      Memiliki keterampilan perencanaan yang baik.

3.      Mempunyai keterampilan menetap-kan tujuan yang jelas secara individu atau tim

 

Langkah 3 :

Kebutuhan pengembangan diri apa yang harus dicapai oleh karyawan ?

1.      Komunikasi multiarah, membutuh-kan ketrampilan mendengar.

2.      Membutuhkan peningkatan ketram-pilan resolusi konflik

 

 

Standar : Apa yang diharapkan oleh atasan dan lembaga

Persepsi :   Bagaimana orang lain melihat karyawan tersebut :

Langkah 5 :

Harapan

-  Atasan :

   Untuk dapat dipromosikan mem-butuhkan syarat :

Ÿ  Bisa berinteraksi secara baik dengan rekan kerja.

Ÿ  Mengembangkan ketrampilan mendengar empati.

 

Langkah 4 :

Feedback dari orang lain

-  Atasan :

-      Teknisi yang berkualitas

-      Mengembangkan perencanaan baik dan dapat diandalkan. Lebih tertarik pada ide sendiri dibandingkan ide orang lain.

 

 

IV. PENUTUP

 

          Konsep diri PNS akan terbentuk melalui proses belajar dan pengalaman yang terus menerus dan berkesinambungan. Konsep diri yang positif akan membentuk kebiasaan dalam bekerja secara efektif. Oleh karena itu PNS akan selalu menghindari konsep diri yang negatif, karena konsep diri yang negatif merupakan virus dalam bekerja.

Dengan adanya perubahan pola pikir diharapkan PNS mampu mengembangkan pola pikir yang positif dan meminimalisasi pola pikir dirinya yang negatif. Pola pikir positif akan membentuk perilaku positif demikian pula pola pikir negatif akan membentuk perilaku negatif. Perilaku yang positif akan berdampak positif terhadap kesuksesan tugas dan peranan dirinya / PNS yang bersangkutan dalam mengabdi sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

 

 

Penulis,

Risdiyati, S.Pd, M. Pd

Widyaiswara Madya

BDK Banjarmasin

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Alex Sobur, 2003. Psikologi Umum, Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah, Penerbit Pustaka Setia, Bandung.

 

Abu Ahmadi, Umar, 1992. Psikologi Umum. PT. Bina Ilmu, Surabaya.

 

Agus Harjana, 2002. Pekerja Profesional. PT. Kanisius, Yogjakarta.

 

Agus Sunario, 2006. Mind Setting, Teknologi Mengubah dan Mengelola Pola Pikir. ITTC, Jakarta.

 

Ary Ginanjar Agustian, 2004. ESQ. PT. Arga, Jakarta.

 

Lyndon Saputra, Sigit Suryanto, 2006. Tes Kecerdasan Emosional. Scientific Press, Batam.

 

Soemarno Soedarsono, 2000. Penyemaian Jati Diri. PT. Gramedia, Jakarta.

 

Triantoro Safaria, Kunjana Rahardi, 2004. Menjadi Pribadi Berprestasi. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

 

Wahyu Suprapti, Sri Ratna, 2005. Pendekatan Kuantum Dalam Proses Pembelajaran. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

 

Wahyu Suprapti, 2006. Pola Pikir PNS. Lembaga Administrasi Negara, Jakarta.

 

 

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.006151 detik